• Lorem ipsum
  • Dolor sit a met
  Tips, use query like this to get relevance result: "artist - song title"

Storytelling ala Calum Scott dalam “Only Human Tour – Jakarta”

Posted on December 05, 2018 by Ella
94 out of 100 based on 573 user ratings
Loading ...

Meskipun Calum Scott tidak keluar sebagai juara Britain’s Got Talent pada tahun 2015, namun kontestan peraih Golden Buzzer dari Simon Cowell tersebut berhasil meroket namanya pasca penampilannya di ajang pencarian bakat tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, audisinya saat membawakan lagu “Dancing On My Own” milik Robyn menjadi viral, hingga lagu tersebut dijadikan single perdananya dan langsung merambah chart musik dunia. Tak butuh waktu lama bagi Calum Scott untuk mendapat kontrak rekaman, karena setelah single fenomenalnya tersebut dirilis, ia pun digaet oleh Capitol Records untuk merilis album debutnya. Dan “Only Human” pun dirilis.

Album perdana yang merupakan cermin lika-liku hidup seorang Calum Scott ini mendapat sambutan yang positif. Terutama untuk lagu ‘You Are The Reason’, balada manis yang tenar dijadikan lagu wajib di acara pernikahan.

Berbekal satu album dan beberapa hits single, ia pun mengadakan tour untuk mempromosikan musiknya. Diberi nama “Only Human Tour”, Jakarta dipilih sebagai pemberhentian terakhir untuk rangkaian turnya di Asia.

Bayangkan saat kamu sedang mendengarkan curhat sahabatmu dengan segala ceritanya yang menyentuh, sambil sesekali turut merasakan kesedihan, kegalauan bahkan kebahagiaan dalam setiap kalimat yang keluar dari mulutnya. Seperti itulah yang dirasakan saat hadir dan hanyut dalam konser Calum Scott, dan mendengarkan rangkaian cerita di balik lagu demi lagu yang dilantunkan oleh penyanyi berusia 30 tahun tersebut.

Disertai dengan 5 personil band nya, Calum pun membuka rangkaian penampilannya dengan melantunkan ‘Come Back Home’ dan disambung dengan ‘Only Human‘ yang disambut dengan meriah oleh penonton. “Ini kali pertama saya datang ke Jakarta, dan ini benar-benar istimewa!” ucap Calum dengan penuh semangat, sebelum menyanyikan lagu ‘Rhythm Inside’, yang merupakan single kedua dari album debutnya. Sesekali ia mengucapkan terima kasih dalam bahasa Indonesia, dan membalas teriakan penonton dengan ‘I love you, too’ yang disambut teriakan histeris penonton.

‘Sore Eyes’ yang menjadi lagu keempat di setlistnya menceritakan tentang orang yang sangat istimewa bagi Calum, yang sangat mendorong karir bermusiknya, terutama saat ia mengikuti audisi BGT. Tidak lain dan tidak bukan adalah adik perempuannya, Jade Scott. Rasa sayangnya terhadap adiknya tersebut tergambar dengan jelas melalui lantunan suara khasnya. Dan seakan tidak ingin menyimpan perasaan sayangnya sendiri, ia pun mengajak penonton yang hadir untuk punya rasa sayang seperti yang ia rasakan untuk dibagikan kepada orang lain, dengan berbuat baik bagi sesama, seperti pesan yang ingin ia sampaikan melalui lagu selanjutnya yang berjudul ‘Good to You’.

Selepas lagu kelimanya tersebut, Calum mengajak penonton untuk tenang sejenak, dengan membawakan rangkaian lagu akustik yang hanya ditemani oleh piano atau gitar saja. ‘Hotel Room’, sebuah lagu patah hati yang didasari dengan kenangan buruk yang dialaminya dulu, menjadi lagu akustik pertama yang dibawakan. Dilanjutkan dengan lagu yang sangat personal bagi dirinya, yaitu ‘No Matter What’. Vokal Calum yang lantang dan tajam tersebut terasa begitu tajam dan mengena dalam menyampaikan isi lagu yang berkisah tentang perjuangan yang ia lalui dalam usahanya mendapat pengakuan terhadap jati diri Calum sebenarnya.

Dan momen tersebut tetap dibangun Calum saat menyanyikan ‘You Are The Reason’ yang menjadi salah lagu yang paling ditunggu-tunggu malam itu. Dan sudah bisa ditebak, alunan choir penonton pun membahana tak henti-hentinya hingga akhir lagu. Menariknya, Calum mengakui bahwa choir penonton tersebut adalah sing-along terkeras yang pernah ia dengar sepanjang tur yang ia jalani. Tak sampai disitu, sing-along akbar pun berlanjut dengan dibawakannya ‘What I Miss Most’.

Seakan sudah paham betul mengenai formula encore yang biasa hadir di setiap konser manapun, Calum pun menggoda penonton dengan mengatakan bahwa lagu ‘Give Me Something’ adalah lagu terakhir yang akan dibawakannya. Tapi tentu saja tidak sepenuhnya benar, karena Calum pun tertawa setelah mengatakan hal tersebut. Dan ia pun menjelaskan bahwa setelah ‘Give Me Something’, akan ada encore yang sudah dipersiapkan. “Berpura-pura saja bahwa ini adalah lagu terakhir malam ini,” sambungnya yang langsung disambut penonton dengan riuh. Setelahnya, Calum pun menghilang dari atas panggung.

Benar saja, setelah penonton meneriakkan “we want more” berkali-kali, para personil band yang telah turun panggung pun mulai bermunculan satu per satu. Hingga akhirnya sosok Calum pun muncul untuk membawakan dua lagu yang benar-benar dijadikan lagu terakhirnya. Yang pertama, ‘If Our Love Is Wrong’, lagu yang berada di urutan pertama tracklist album “Only Human”.

Dan sebelum membawa lagu paling terakhirnya, Calum memberikan narasi sedikit mengenai lagu yang akan dibawakan selanjutnya. Sebuah lagu yang sangat istimewa, yang mengubah hidupnya untuk selamanya. Calum mengerti benar filosofi “save the best for last”, karena ia menyisakan lagu yang paling ditunggu-tunggu dari konsernya tersebut. ‘Dancing On My Own’ menjadi penutup yang manis bagi rangkaian konsernya yang sangat menyentuh, dan boleh dibilang intim.

Total 12 lagu yang dibawakan. Cukup singkat, mengingat diskografi Calum Scott yang ada saat ini. Namun, perasaan bahagia terpancar dari raut muka penonton yang hadir karena berkesempatan menyaksikan penampilan sosok yang ‘fenomenal’ tersebut. Konser malam itu bukan sekedar pertunjukkan atas karya-karya yang telah dibuat oleh seorang artis. Tapi lebih kepada biografi seseorang dengan segala perjuangan yang dilaluinya, atas nama cinta dan kehidupan. Calum Scott is a storyteller. Ia berhasil menyampaikan kisah yang melatarbelakangi setiap lagu yang dibawakan dengan baik, hingga penonton pun terhanyut dalam emosi yang disampaikan lewat lirik dan musik yang dilantunkan. Hanya saja, kemampuan storytelling-nya tersebut tidak dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga aksi panggungnya terasa kurang interaktif dan komunikatif, mengingat durasi konser yang kurang dari satu jam dengan jumlah lagu yang minimalis.

Berikut setlist Only Human Tour – Jakarta:
1. Come Back Home
2. Only Human
3. Rhythm Inside
4. Sore Eyes
5. Good To You
6. Hotel Room
7. No Matter What
8. You Are The Reason
9. What I Miss Most
10. Give Me Something
Encore:
11. If Our Love Is Wrong
12. Dancing On My Own